Apakah Teori Kecurangan Hexagon Efektif Mendeteksi Manipulasi Laporan Keuangan Perusahaan BUMN?
DOI:
https://doi.org/10.69666/bd7jcs45Keywords:
Fraud Hexagon, F-Score, Kecurangan Laporan Kuangan, BUMNAbstract
Tujuan Penelitian: Menguji efektivitas Teori Fraud Hexagon dalam mendeteksi manipulasi laporan keuangan pada perusahaan BUMN periode 2018–2022.
Metode: Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan sampel 85 observasi dari 17 BUMN yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Manipulasi diukur menggunakan model F-Score, sementara pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis regresi linier berganda.
Hasil & Pembahasan: Secara parsial, hanya kapabilitas (pergantian direksi) yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap probabilitas kecurangan laporan keuangan. Sebaliknya, tekanan eksternal, pengawasan tidak efektif, dan pergantian auditor tidak terbukti berpengaruh. Secara simultan, keempat elemen tersebut gagal memprediksi kecurangan secara signifikan, membuktikan bahwa ketatnya regulasi dan pengawasan berlapis di BUMN mampu meredam faktor pemicu fraud lainnya.
Implikasi: Temuan ini menjadi red flag bagi BPK dan auditor independen untuk memperketat pemeriksaan khusus saat terjadi transisi direksi. Secara teoretis, penelitian ini menggarisbawahi perlunya memasukkan elemen ego dan kolusi guna pemodelan kecurangan yang lebih utuh di masa depan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Atam Adeandra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




